A.
Pengertian Penerjemahan
Kegiatan penerjemahan mempunyai peranan penting
dalam mentransferilmu pengetahuan dan informasi di berbagai bidang kehidupan
manusia, selain memberikan andil besar dalam alih teknologi, penyebaran
informasi dan peningkatan sumber daya manusia.
menerjemahkan adalah Usaha untuk mengubah atau mengalihkan sebuah
bentuk bahasa dari bahasa yang satu ke bahasa yang lain dengan tidak
mengubah pesan yang terkandung didalamnya, sehingga pengaruhnya
terhadap pembaca bahasa sasaran menyerupai reaksi pembaca bahasa sumber.
B.
JENIS-JENIS PENERJEMAHAN
Dalam Bahasa Jepang ada 2 jenis penerjemahan yaitu:
1. Penerjemahan
Lisan ( Tsuyaku )
2. Penerjemahan
Tulis ( Honyaku )
·
Penerjemahan secara harafiah
·
Penerjemahan secara katawi
·
Penerjemahan secara wajar
·
Penerjemahan secara bebas
C.
KESULITAN PENERJEMAHAN DARI BAHASA JEPANG KE
BAHASA INDONESIA
Kesulitan utama adalah adanya perbedaan tata bahasa seperti
seperti di bawah ini :
NO
|
UNSUR
|
BAHASA JEPANG
|
BAHASA INDONESIA
|
1
|
Sistem penulisan
|
·
Kanji
·
Hiragana
·
Katakana
|
·
Latin
|
2
|
Pola kalimat
|
·
Berpola MD
·
Topik/Subjek-Objek-Predikat
|
·
Berpola DM
·
Topik/Subjek-Predikat-Objek
|
3
|
Kata Kerja
|
·
Muncul diakhir kalimat
|
·
Muncul ditengah kalimat
|
4
|
Tingkat wacana pada kata kerja
|
·
Informal
·
Sopan
·
Hormat
|
·
Sama
|
5
|
Kata sifat
|
·
Berakhiran I
dan Na
|
·
Tidak diklarifikasikan
|
6
|
Sistem gender
|
·
Terdapat bahasa atau ungkapan yang hanya dapat
dipakai oleh wanita / pria
|
·
|
selain itu di atas terdapat juga perbedaan-perbedaan lain
seperti :
·
Simbul yang dipakai dalam ungkapan /pribahasa.
Contoh,
Indonesia :
sepandai-pandai tupai melompat sekali kelak akan jatuh.
Jepang : Saru mo ki kara
ochiru ( kera juga jatuh dari pohon )
Kedua pribahasa di atas
memiliki arti yang sama.
·
Dalam Bahasa Jepang terdapat banyak kata-kata
serapan atau pinjaman ( gairaigo )
serta terminologinya cukup rumit sebagai akibat perbedaan bidang fonologi
antara bahasa asing dan bahasa Jepang.
D.
PROSES PENERJEMAHAN
Proses penerjemahan dapat dibagi menjadi 3 tahap yakni;
1. Analisis,
mempelajari teks sumber, baik bentuk maupun isinya. ( analisis sintaktis,
semantic dan pragmatic )
2. Alih
bahasa ( transfer ), mengganti unsure bahasa sumber dengan unsure bahasa
sasaran yang sepadan.
3. Penyerasian
( restucturing ), menyerasikan hasil terjemahan dengan kaidah dan calon pembaca
bahasa sasaran.
E.
PENILAIAN DALAM PENERJEMAHAN
Pada dasarnya hasil terjemahan dapat dinilai
dengan melihat makna atau isi teks dan kewajarannya dalam bahasa sasaran,
Misalnya; apakah isi teks akurat atau tidak, apakah semua pesan tersampaikan
atau tidak, apakah dapat dimengerti atau tidak oleh pembaca, dll.
Ada beberapa hal yang mungkin dapat diperhatikan dalam
menilai sebuah hasil terjemahan ;
1. Menilai
unsure kebahasaan yaitu unsure benar salah pada ejaan, struktur dan lain-lain.
2. Menilai
pilihan kata atau diksi.
3. Menilai
kealamiahan dan kewajaran isi teks, yaitu tidak ditambah atau dikurangi pesan
yang ada didalam bahasa sumber.
4. Menilai
keterbacaan, yaitu teks terjemahan
dapat dimengerti secara
keseluruhan.
5. Menilai
kemenarikan yaitu subyektifitas yang terkait dengan taste.
F.
KESIMPULAN
Tujuan akhir dari suatu penerjemahan adalah
mengalihkan makna dengan cara mengubah bentuk bahasa, dari bahasa sumber
kedalam bahasa sasaran, tanpa mengubah atau mengurangi informasi, dinamika,
suasana, tatanan wacana sehingga makna teks dalam bahasa sumber disampaikan
secara utuh kedalam bahasa sasaran.
Seorang terjemah harus menguasai teori linguistic, teori terjemahan dan kemahiran berbahasa baik bahasa sumber maupun bahasa sasaran, disamping memiliki pengetahuan yang luas tentang masyarakat, budaya, sejarah serta karakteristik masyarakat pengguna bahasa sumber yang dipadankan dengan karakteristik pengguna bahasa sasaran.
Seorang terjemah harus menguasai teori linguistic, teori terjemahan dan kemahiran berbahasa baik bahasa sumber maupun bahasa sasaran, disamping memiliki pengetahuan yang luas tentang masyarakat, budaya, sejarah serta karakteristik masyarakat pengguna bahasa sumber yang dipadankan dengan karakteristik pengguna bahasa sasaran.